Gubernur Buka Rakontekda Peternakan dan Keswan se Kaltim, Genjot Pembangunan Miniranch

img

(Rapat konsultasi dan koordinasi teknis daerah)

BALIKPAPAN-Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor membuka Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis Daerah (Rakontekda) Pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan se Kalimantan Timur, di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (17/03).

Kegiatan yang dihelat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim ini dihadiri Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Makmun Junaiddin, Tim Gubernur Untuk Pengawalan, Percepatan Pembangunan (TGUP3) Kaltim diantaranya Ketua H Adi Buhari Muslim dan anggota Dr H Ibrahim, Plt Kepala DPKH Kaltim Hj Sulastri, Kepala Dinas Peternakan dan yang menangani sub sektor peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten/kota, serta organisasi profesi terkait, baik hadir secara offline maupun online.

Gubernur Isran Noor mengungkapkan percepatan pencapaian pembangunan peternakan yang berdaulat untuk meningkatkan perekonomian rakyat menjadi bagian dari salah satu visi Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat. Karena sektor peternakan menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan merupakan sumber daya alam terbarukan dan berkelanjutan yang disiapkan menjadi andalan dalam aktifitas perekonomian Kaltim.

"Rakontekda Peternakan ini sebagai wadah untuk mengevaluasi terhadap capaian dan target, terutama hal-hal apa saja yang menghalangi pencapaian target tersebut. Dan itu merupakan pertanda kita harus cepat mengambil keputusan untuk menindaklanjuti hal tersebut, sehingga program dan kegiatan yang menjadi target pembangunan di sektor peternakan bisa terlaksana dengan baik," ungkap Isran Noor.

Isran Noor berharap Rakontekda menjadi momen konsolidasi di awal pelaksanaan anggaran, yang bertujuan untuk memantapkan pelaksanaan program/kegiatan tahun 2021 khususnya dalam rangka percepatan pencapaian pembangunan peternakan yang berdaulat dan muaranya adalah pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

"Meski produksi disektor peternakan meningkat, tapi harus kita akui  produksi tersebut masih dibawah konsumsi masyarakat Kaltim, sehingga masih memerlukan pasokan dari luar daerah. Kinerja semua pihak harus terus didorong  dengan program prioritas yang mendukung visi dan misi Kaltim Berdaulat. Salah satunya melalui pembangunan mini ranch selama 5 tahun sebanyak 120 unit dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan batu bara, integrasi sapi-sawit, perhutanan sosial dan lahan kelompok masyarakat," jelas Isran Noor.

Pada kesempatan ini, Gubernur Isran Noor melaunching aplikasi Siranch (Sistem Informasi Miniranch) yang diluncurkan DPKH Kaltim sebagai upaya untuk percepatan program pembangunan mini ranch di seluruh wilayah Kaltim. (mar/poskotakaltimnews.com)